Dunia sedang berubah. Krisis iklim makin nyata, dan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan pun meningkat. Bukan cuma soal gaya hidup hijau, tapi juga soal cara kita mengelola uang dan investasi.
Nah, buat kamu yang ingin berinvestasi sambil menjaga bumi, kini ada banyak pilihan investasi yang ramah lingkungan dan mendukung prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Selain cuan, investasi ini juga berdampak positif untuk lingkungan dan generasi masa depan.
Yuk, simak 7 jenis investasi ramah lingkungan yang cocok untuk kamu para investor berjiwa hijau!
Apa Itu Investasi ESG?
Sebelum masuk ke daftar, mari kita bahas singkat. ESG adalah pendekatan investasi yang mempertimbangkan tiga aspek utama:
- E (Environmental) – dampak terhadap lingkungan
- S (Social) – dampak sosial terhadap masyarakat
- G (Governance) – tata kelola perusahaan yang etis dan transparan
Investasi berbasis ESG bukan hanya tren, tapi juga strategi cerdas untuk jangka panjang karena:
- Perusahaan ber-ESG cenderung lebih tahan krisis
- Menarik bagi generasi muda dan investor institusional
- Mendukung misi keberlanjutan global
1. Energi Terbarukan – Investasi di Masa Depan Energi Dunia
Energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, panas bumi, dan hidroelektrik adalah tulang punggung masa depan yang lebih hijau.
Investasi di sektor ini punya potensi pertumbuhan tinggi seiring komitmen global mengurangi emisi karbon.
Bentuk Investasi:
- Saham perusahaan energi bersih (misalnya: First Solar, Orsted, Brookfield Renewable)
- Reksa dana atau ETF energi terbarukan
Kelebihan:
- Pertumbuhan jangka panjang menjanjikan
- Mendukung transisi energi bersih
- Banyak didukung pemerintah melalui insentif
2. Obligasi Hijau (Green Bond) – Cuan Stabil, Bumi Tetap Aman
Green bond adalah instrumen utang yang diterbitkan untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan, seperti pengelolaan air bersih, pembangunan energi bersih, hingga transportasi hijau.
Kelebihan:
- Return stabil seperti obligasi konvensional
- Modal mendanai proyek nyata yang berdampak
- Diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan hijau
Contoh:
- Green Sukuk Indonesia
- Obligasi hijau dari World Bank atau IFC
3. Portofolio Reksa Dana atau ETF Berbasis ESG
Sekarang makin banyak manajer investasi yang mengelola portofolio berbasis ESG. Baik berupa reksa dana maupun ETF (Exchange Traded Fund), produk ini hanya memilih perusahaan yang memenuhi kriteria ESG.
Contoh Produk:
- ESG ETF IDX (XISI, ESGS)
- Reksa Dana Indeks ESG Indonesia
- Vanguard ESG US Stock ETF (di luar negeri)
Kelebihan:
- Sudah terdiversifikasi
- Dikelola profesional
- Bisa dimulai dari nominal kecil
4. Saham Perusahaan Eco-Friendly
Ingin langsung investasi di perusahaan? Pilihlah perusahaan yang punya komitmen kuat terhadap lingkungan, misalnya menggunakan energi bersih, minim emisi karbon, atau punya sertifikasi keberlanjutan.
Contoh Perusahaan:
- Tesla (mobil listrik)
- Unilever (komitmen net zero dan daur ulang)
- PLN atau PGN Green Initiatives (untuk investor lokal)
Tips:
- Cek laporan keberlanjutan perusahaan (sustainability report)
- Perhatikan skor ESG dari lembaga penilai
5. Startup Hijau – Investasi Awal yang Berdampak
Banyak startup di bidang lingkungan kini bermunculan: teknologi pengolahan sampah, solusi karbon, pertanian berkelanjutan, hingga eco-tourism.
Investasi di startup ini memang berisiko, tapi bisa sangat berdampak jika berhasil.
Platform Pendanaan:
- Equity crowdfunding (misalnya: Bizhare, Santara)
- Investasi langsung sebagai angel investor
Contoh Startup Hijau:
- Rekosistem – daur ulang plastik
- Efishery – teknologi pangan ramah lingkungan
- Xurya – solusi panel surya
6. Investasi di Real Estate Hijau
Properti ramah lingkungan makin dicari, apalagi di kota besar. Real estate yang memakai panel surya, sistem daur ulang air, atau ventilasi alami bukan hanya bagus untuk bumi, tapi juga menekan biaya listrik dan air.
Bentuk Investasi:
- Beli properti hijau untuk disewakan
- Investasi via platform REITs (Real Estate Investment Trust) bertema ESG
Keuntungan:
- Nilai jual properti cenderung meningkat
- Potensi disewakan ke perusahaan dengan misi hijau
- Beban operasional lebih rendah
7. Investasi di Sertifikat Energi Terbarukan (REC)
REC (Renewable Energy Certificate) adalah bukti bahwa energi yang digunakan berasal dari sumber terbarukan.
Meski belum banyak dikenal, di beberapa negara bahkan Indonesia, REC bisa diperjualbelikan sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan.
Kelebihan:
- Cocok untuk perusahaan atau individu yang ingin mendukung energi bersih
- Diakui secara internasional
- Mendukung target dekarbonisasi
Di Indonesia:
- PLN telah mengembangkan Sertifikat REC Indonesia untuk perusahaan yang ingin netral karbon.
Tips Memilih Investasi ESG
- Cek Legalitas dan Transparansi – Pastikan investasimu punya laporan ESG yang jelas
- Pilih sesuai profil risiko – Jangan asal ikut tren
- Gabungkan dampak dan profit – Idealnya, investasimu berdampak tapi tetap menguntungkan
- Diversifikasi tetap penting – Jangan taruh semua uang di satu sektor hijau saja
Investasi ramah lingkungan bukan sekadar tren, tapi bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan.
Dengan memilih instrumen investasi yang mendukung prinsip ESG, kamu bukan cuma membangun kekayaan – tapi juga ikut menjaga planet ini untuk anak-cucu kita nanti.
So, udah siap jadi investor hijau? Mulai dari yang kecil, tapi berdampak besar.







