Ketombe itu hal biasa, tapi kalau nggak kunjung hilang meski sudah gonta-ganti sampo, bisa jadi yang kamu alami bukan ketombe biasa – melainkan ketombe kronis.
Masalah ini bukan cuma bikin risih, tapi juga bisa jadi sinyal gangguan dermatologis yang butuh perhatian medis.
Yuk, kita bahas apa itu ketombe kronis, apa penyebabnya, bagaimana membedakannya dengan kondisi kulit kepala lain seperti dermatitis seboroik, psoriasis, hingga infeksi jamur, dan tentu saja solusi medis yang bisa kamu tempuh.
Apa Itu Ketombe Kronis?
Ketombe kronis adalah kondisi kulit kepala yang ditandai dengan pengelupasan kulit secara terus-menerus dan berulang, sering kali disertai rasa gatal, iritasi, atau kemerahan.
Beda dengan ketombe ringan yang bisa hilang dengan sampo biasa, ketombe kronis tidak merespons baik terhadap perawatan over-the-counter, dan bisa muncul lagi bahkan setelah sembuh sementara.
Tanda-Tanda Ketombe Kronis
Ketombe biasa dan ketombe kronis punya gejala mirip, tapi intensitas dan durasinya berbeda. Berikut tanda-tanda kamu mungkin mengalami ketombe kronis:
Gejala umum:
- Ketombe terus muncul selama lebih dari 4 minggu
- Rasa gatal intens dan menetap
- Kulit kepala terasa kering, perih, atau berminyak berlebih
- Kemerahan, bersisik, bahkan luka kecil akibat digaruk
- Flakes besar dan tebal, bukan serpihan halus
- Ketombe menjalar ke alis, belakang telinga, bahkan ke hidung atau dada (bisa jadi dermatitis)
Penyebab Ketombe Kronis
1. Dermatitis Seboroik
Penyebab paling umum dari ketombe kronis. Kondisi ini adalah peradangan kulit kronis akibat reaksi terhadap jamur Malassezia yang memang hidup alami di kulit kepala.
Ciri khas:
- Kulit kepala berminyak dan bersisik
- Area yang terkena bisa meluas ke alis, hidung, dan dada
- Terasa gatal, kadang disertai iritasi
2. Psoriasis Kulit Kepala
Merupakan kondisi autoimun yang menyebabkan regenerasi kulit terlalu cepat, sehingga muncul lapisan kulit mati tebal dan bersisik.
Ciri khas:
- Plak tebal berwarna keperakan di kulit kepala
- Batas area bersisik sangat jelas
- Kadang terasa sakit atau panas
- Tidak hanya di kepala, tapi juga bisa di siku, lutut, atau punggung
3. Infeksi Jamur (Tinea Capitis)
Infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dermatofita, biasanya menular dan sering terjadi pada anak-anak.
Ciri khas:
- Patch botak (rambut rontok lokal)
- Gatal hebat
- Kulit tampak merah, bersisik, atau bernanah
- Perlu pengobatan antijamur oral
4. Reaksi Alergi Produk Perawatan
Terkadang, sampo, cat rambut, atau produk styling mengandung bahan kimia keras seperti sulfat, paraben, atau parfum yang memicu dermatitis kontak.
Ciri khas:
- Muncul setelah pemakaian produk tertentu
- Gatal dan perih setelah keramas
- Bisa disertai kulit mengelupas dan sensasi terbakar
Faktor Risiko Pemicu Ketombe Kronis
- Stres: Memengaruhi kekebalan kulit dan memperparah kondisi kronis
- Kelembapan tinggi atau cuaca dingin
- Produksi minyak berlebih di kulit kepala
- Kondisi kulit sensitif atau eksim
- Kurang menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala
Solusi Medis dan Perawatan Ketombe Kronis
Kalau kamu sudah coba berbagai sampo anti-ketombe tapi tidak ada hasil, saatnya konsultasi ke dokter kulit. Berikut beberapa opsi perawatan medis:
1. Sampo Medis (Dengan Kandungan Aktif)
Gunakan secara rutin sesuai petunjuk dokter atau label.
Kandungan yang efektif:
- Ketoconazole → antijamur
- Zinc pyrithione → anti-bakteri dan anti-inflamasi
- Coal tar → memperlambat pertumbuhan sel kulit
- Salicylic acid → membantu pengelupasan kulit mati
- Ciclopirox olamine → antijamur spektrum luas
2. Obat Topikal & Krim Steroid
Jika ada peradangan atau plak tebal, dokter mungkin meresepkan krim kortikosteroid ringan untuk meredakan inflamasi.
3. Obat Oral
Digunakan untuk kasus yang sangat berat, seperti:
- Infeksi jamur parah → griseofulvin / terbinafine
- Psoriasis aktif → imunosupresan atau biologis
4. Terapi Pendukung
- Eksfoliasi kulit kepala ringan (scrub khusus atau sikat scalp lembut)
- Fototerapi (sinar UV) untuk psoriasis atau dermatitis berat
- Hindari produk rambut berbahan keras dan parfum berat
Pencegahan Ketombe Kambuh
- Cuci rambut secara rutin dengan sampo lembut
- Bilas rambut hingga bersih – sisa produk bisa picu iritasi
- Hindari stres berlebih dan jaga pola makan sehat
- Ganti sarung bantal dan handuk secara berkala
- Jangan berbagi sisir atau topi dengan orang lain (mencegah infeksi jamur)
Ketombe memang umum, tapi kalau berlangsung lama, gatal hebat, dan tidak sembuh meski sudah ganti produk, kamu harus mulai waspada.
Bisa jadi yang kamu alami adalah ketombe kronis akibat dermatitis seboroik, psoriasis, infeksi jamur, atau reaksi alergi.
Jangan anggap sepele ya – karena selain mengganggu penampilan, ketombe kronis bisa berdampak ke kesehatan kulit kepala secara menyeluruh.
Konsultasi ke dokter kulit adalah langkah bijak untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.







